Universitas Negeri Semarang

Merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mendeklarasikan sebagai Universitas Konservasi pada tanggal 12 Maret 2010

Fakultas Ilmu Pendidikan

"SEHAT UNGGUL BERPRESTASI"

Pendidikan Non Formal

"JOS JAYA GEMILANG"

Change The World

Education is the most powerful weapon, which you can use to change the world.. (Nelson Mandela)

One Smile

One smile, can start a friendship.

1/09/2016

PROGRAM PILAR ENERGI BERSIH UNNES

Program pilar energi bersih diterapkan dengan cara:
  • Melakukan penghematan pemakaian alat-alat berbasis energi listrik dan bahan bakar fosil sesuai dengan strategi perguruan tinggi;
  • Mengembangkan fasilitas kampus yang menunjang penghematan penggunaan energi;
  • Menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
  • Unit kerja berkewajiban menerapkan, mengembangkan, mengelola, memantau, dan mengevaluasi kebijakan energi bersih.
  • Unit kerja berkewajiban menerapkan strategi penggunaan energi untuk menghemat energi dan menggunakan energi yang terbarukan dan ramah lingkungan.
  • Warga Unnes berkewajiban menerapkan penghematan energi dalam setiap kegiatan di lingkungan Unnes.
  • Ketentuan untuk melaksanakan program pilar energi bersih diatur dalam prosedur mutu program pilar energi bersih.


MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF


  1. PERAN DAN MANFAAT TIK Untuk mendownload klik disini
  2. KOMPONEN-KOMPONEN DATA DAN INFORMASI Untuk mendownload klik disini
  3. PROGRAM PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM IMPLEMENTASI TIK DALAM PENDIDIKAN NON FORMAL Untuk mendownload klik disini

1/07/2016

KEANEKARAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA SERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHANNYA



1. Pengertian Budaya dan Kebudayaan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari unsur yang rumit, termasuk system agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian dan lain-lain. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, maka hal itu membuktikan bahwa “Budaya itu Dipelajari”.
Sedangkan Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan serta meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam fikiran manusia. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.

2.  Macam-macam Kebudayaan di Indonesia
Keanekaragaman budaya menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri.
           
3.  Wujud kebudayaan daerah di Indonesia

Rumah Adat
Setiap daerah-daerah di Indonesia  memiliki bentuk rumah adat yang berbeda masing-masing daerahnya.
Seperti Aceh dengan Rumah Krong Bade, Jawa Barat dengan Rumah Kesepuhan, Jakarta dengan Rumah Kebaya, Yogyakarta dengan Bangsal Kencono dan masih banyak lainnya.

Tarian
Tarian Indonesia mencerminkan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki tarian khasnya sendiri. Di Indonesia terdapat +/- 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar-sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh piihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah. Penggolongan tarian di Indonesia terbagi dalam beberapa kategori diantaranya kategori sejarah, kategori pelindung dan pendukungnya dan kategori tari rakyat. Berdasarkan tradisinya tarian Indonesia dibagi menjadi dua kelompok yaitu: tari tradisional dan tari kontemporer.

Pakaian Adat
Setiap daerah-daerah di Indonesia  memiliki pakaian adat yang berbeda masing-masing daerahnya. Seperti Kemben yang berasal dari Bali, Batik serta Kebaya yang berasal dari Jawa, Baju Koko dan Caping yang berasal dari Jakarta, dan masih banyak lainnya dari setiap daerah-daerah di Indonesia.
Alat Musik Tradisional
Identitas musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya Zaman Perunggu bermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya menggunakan instrument perkusi seperti gendang dan gong. Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit dan berbeda-beda, seperti alat musik sasando dari Pulau Rote, angklung dari Jawa Barat, dan music orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali. Musik Indonesia sangat beragam dikarenakan oleh suku-suku di Indonesia yang bermacam-maca, sehingga dapat dikatakan seluruh 17.508 pulaunya memiliki budaya sendiri. Musik tradisional yang paling digemari adalah gamelan, angklung dan keroncong, sementara musik modern adalah musik pop dan dangdut.

Upacara Adat
Indonesia yang memiliki banyak adat dan kebudayaan, juga mempunyai beragam upacara tradisional yang menarik. Hingga saat ini, banyak dari upacara tradisional tersbeut masih dilaksanakan di daerah asalnya masing-masing. Bahkan, upacara tersebut juga menjadi ajang wisata budaya bagi banyak turis, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Berikut ini ada lima upacara tradisional Indonesia yang unik dan khas.

Makanan Tradisional
Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu yang berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi adat yang terpengaruh oleh perdagangan yang berasal dari Negara lain seperti India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa. Pada dasarnya tidak ada bentuk tunggal “Masakan Indonesia”, tetapi lebih kepada keanekaragaman masakan regional yang di pengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indoonesia serta pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih, ketupat atau lontong (beras yang dikukus) sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia namun untuk bagian timur lebih umum dipergunakan juga jagung, sagu, singkong dan ubi jalar. Bentuk lanskap penyajiannya umumnya disajikan di sebagian besar makanan Indonesia berupa makanan pokok dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur diisi ke sebuah piring atau mangkok.

Kenggulan dan Kelemahan

Keunggulan dari keanekaragaman budaya di Indonesia:
  • Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapat dijadikan sebagai aset bangsa yang tidak bisa disamakan dengan negara lain.
  • Keanekaragaman budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya seperti rumah adat, pakaian adat, upacara adat. Semua itu dapat dijadikan sebagai kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa di mata Internasional.
  • Kekhasan keanekaragaman budaya di Indonesia yang dimiliki setiap daerah memiliki kekuatan sendiri. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain.
  • Terbukti banyaknya warga asing yang  mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suatu daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki ciri khas yang unik.
  • Indonesia memiliki keanekaragaman seni seperti tarian adat yang melambangkan identitas Indonesia.
  • Indonesia memiliki banyak ragam makanan tradisional. Makanan tradisional ini bersifat rendah lemak, lebih alami/non kimiawi dan banyak mengandung serat, menjadikan makanan Indonesia jauh lebih sehat dan mempunyai nilai gizi yang lebih baik dibandingkan dengan makanan luar negeri yang lebih cenderung kepada makanan Fast Food yang kurang baik untuk kesehatan.
  • Kebudayaan di Indonesia memiliki corak yang berbeda-beda tetapi berkembang dengan tetap mempertahankan coraknya.

Kelemahan dari keanekaragaman budaya di Indonesia:
  • Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan ciri khas dari budaya tersebut.
  • Pembelajaran tentang budaya harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaimana cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman.
  • Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.
  • Walaupun Indonesia kaya akan keanekaragaman Bahasa tetapi tidak satupun yang menjadi Bahasa Internasional.
  • Pemerintah kurang perhatian terhadap kakayan kebuayaan di Indonesia dan kurangnya sarana untuk menampilkan budaya asli Indonesia kepada masyarakat luas. Indonesia memang kaya akan kebudayaan seperti tarian, lagu dan masih banyak lagi. Tetapi seiring itu, banyak kebudayaan Indonesia di klaim oleh Negara lain, seperti Reog Ponorogo dan Lagu Rasa Sayange yang di klaim oleh Negara Malaysia.

Kesimpulan
Kebudayaan lokal Indonesia adalah kebudayaan yang hanya dimiliki oleh bangsa indonesia dan setiap kebudayaan mempunyai ciri khas masing – masing. Bangsa indonesia juga sangat mempunyai kebudayaan lokal yang sangat kaya dan beraneka ragam oleh sebab itu sebagai penerus kita wajib menjaganya karena ketahanan kebudayaan lokal berada pada generasi mudanya dan jangan sampai kita terbuai apalagi terjerumus pada budaya asing karena tidak semua budaya asing sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia bahkan tidak sedikit kebudayaan asing membawa dampak negatif. Sebagai Negara Kepulauan pasti sulit untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan antara masyarakat. Namun hal itu pasti bisa terwujud jika kita perduli untuk menjaga, mempelajari, serta melestarikan sehingga kebudayaan lokal yang sangat kaya di Indonesia ini tetap utuh dan tidak punah apalagi sampai dibajak atau dicuri oleh negara lain karena kebudayaan tersebut merupakan Identitas suatu bangsa dan negara. Lebih memajukan kehidupan bangsa melalui keuntungan yang didapat dari sector pariwisata salah satunya. Dapat disimpulkan bahwa budaya bangsa kita sangat beraneka ragam, tetapi disamping itu banyak  kurang kesadaran masyarakat kita  akan kepintangan kebudayaan kita, oleh karena itu kita para generasi muda harus menjaga dan melestarikan serta menanamkan dalam hati budaya bangsa kita, agar anak cucu kita juga dapat menikmatinya.


12/27/2015

LAPORAN HASIL OBSERVASI PRODUKSI DAN PENJUALAN TAHU


Laporan Observasi Mata Kuliah Pendidikan Seumur Hidup
“Produksi dan Penjualan Tahu”





I.                   Topik Wawancara
Usaha Tahu

II.                Waktu dan Tempat Kegiatan
Wawancara ini dilaksanakan pada:
Hari/tanggal           : Minggu, 11 Oktober 2015
Pukul                     : 06.00-selesai
Tempat                  : Pasar Babatan Ungaran, Semarang

III.             Laporan Hasil Wawancara:
Narasumber           : Ibu Sukarni
Pewawancara        : Vincaoxa Dwilufti      (1201415034)
                               Risma Widiyati          (1201415044)

Pertanyaan                        :
1.      Apa saja  jenis-jenis kegiatan usaha Ibu?
·         Memproduksi tahu putih, tahu goreng dan tahu pong.

2.      Bagaimana proses pembuatan tahu dari bahan baku menjadi barang jadi?
·      Pertama kedelai direndam selama 2 jam, digiling, dimasak menggunakan biogas atau kayu bakar hingga mendidih. Setelah itu lakukakn proser penyaringan sari tahu. Kemudian sari tahu diberi bumbu air tahunya sampai mengental, kemudian dicetak, setelah selesai dicetak kemudian dipotong lalu digoreng atau direbus.
·       10 kg kedelai bisa menghasilkan 6 kotak cetakan.
·     Proses pembuatan tahu memakan waktu 4 jam dengan satu kali masak menghasilkan 6 kotak cetakan.
·         1 kotak tahu dijual dengan harga Rp. 25.000

3.      Jumlah Tanggungan
·         Saya memiliki 3 orang anak. Anak pertama kuliah semester 5, anak kedua SMP kelas 2 dan anak ketiga kelas 1 SD.

4.      Apa suka duka Ibu berdagang tahu?
·  Jika rupiah sedang naik makan bahan baku tahu menjadi mahal dan menurunkan keuntungan.

5.      Alamat Rumah
·         Kampung Jatisari RT. 7 RW. 5
Gedhanganak, Ungaran Timur (Bp. Pur Tahu)

SOAL PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP


1.   Mengapa pada pembaharuan pendidikan lebih menekankan ke tujuan pendidikan
      untuk menghadapi perubahan?
2.   Mengapa orang dewasa lebih suka pembelajaran yang mendukung harga diri
      mereka?
3.   Bagaimana peranan ilmu jiwa di dalam pendidikan?
4.   Bagaimana cara pembelajaran yang baik pada orang dewasa yang menyukai
      pembelajaran praktis dan berpusat pada masalah?
5.   Mengapa pendidikan juga harus mengembangkan individu yang proses
      perkembangannya menuju kedewasaan dilengkapi secara psikologis?
6.   Apakah yang dimaksud vertical integration dan horizontal integration di dalam proses
      pendidikan seumur hidup?
7.   Apakah tujuan pokok dari pendidikan pra-sekolah?
8.   Mengapa pertimbangan ekonomi merupakan alasan di dalam pendidikan seumur
      hidup?
9.   Mengapa peran keluarga mulai berkurang dalam mempengaruhi perkembangan
      anak?
10. Mengapa peranan teknologi berpengaruh terhadap pendidikan seumur hidup?
11. Apa efek dari konsepsi peranan tradisional sekolah?
12. Apa yang dapat disimpulkan dari pernyataan Stephens mengenai belajar mengajar
      dan kaitannya dengan pendidikan seumur hidup?
13. Kurikulum seperti apa yang sesuai dengan pendidikan seumur hidup?
14. Apakah yang dimaksud belajar sebagai konteks yang dinamis?
15. Apakah tujuan lembaga pendidikan berstandarisasi menyeragamkan semua proses
      pendidikan khususnya di sekolah?
16. Apakah yang dimaksud tujuan pendididikan sangat bersifat ideologis?
17. Apakah tujuan utama dari organisasi pendidikan menurut Simms?
18. Mengapa faktor usia mempengaruhi intelegensi seseorang?
19. Jelaskan 2 pendekatan pokok dalam memberikan definisi mengenai intelegensi!
20. Bagaimana cara memperoleh interaksi yang tinggi dalam pembelajaran
      konvensional?
21. Apa sajakah usaha-usaha sekolah untuk menunjang terjadinya horizontal integration
      dan vertical integration?
22. Kurikulum seperti apakah yang sesuai untuk anak-anak pra-sekolah?
23. Jelaskan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kurikulum kerja!
24. Bagaimana pengembangan ketrampilan kognitif kurikulum yang berorientasi kepada
      pendidikan seumur hidup?
25. Bagaimanakah peranan guru dalam pendidikan seumur hidup?
26. Mengapa dalam peranannya guru bukan sebagai pemberi fakta-fakta?
27. Mengapa dalam pendiidkan seumur hidup, sekolah perlu menanamkan motivasi pada
      siswa?
28. Sekolah seharusnya membiasakan anak menggunakan berbagai sumber belajar,
      apakah yang dimaksud dengan sumber belajar?
29. Mengapa corak kognitif sangat berpengaruh terhadap guru?
30. Apakah yang dimaksud fase pra-operasional di dalam perkembangan intelektual
      anak?
31. Jelaskan program pendidikan vokasional sebagai salah satu implikasi pendidikan
      seumur hidup!
32. Bagaimana peranan guru saat anak beraktivitas atau mengerjakan tugas?
33. Mengapa dalam tahap perkembangan (menurut Havinghurst) usia 6-12 tahun itu
      sudah tidak kanak-kanak lagi?
34. Mengapa keluarga tidak sama pentingnya sebagai faktor yang berhubungan dengan
      sekolah dalam menentukan hasil sekolah?
35. Apa langkah pertama yang perlu dilakukan pada awal pengalaman belajar?
36. Mengapa dalam belajar guru hendaknya mampu mengkomunikasikan materi dan
      menyampaikan informasi dengan berbagai metode belajar?
37. Apakah yang dimaksud dengan pelajar seumur hidup?
38. Sifat apa sajakah yang harus dimiliki oleh pelajar seumur hidup?
39. Mengapa pelajar seumur hidup menganggap bahwa pendidikan adalah sesuatu yang
      diperoleh dari pengalaman dan berlangsung seumur hidup?
40. Siapakah yang dimaksud sekelompok orang yang disebut pendidik tetapi tidak dikenal
      sebagai guru dan tidak berfungsi di dalam system persekolahan konvensional?
41. Apakah prinsip utama dari pendidikan seumur hidup?
42. Mengapa pengalaman pendidikan pada waktu anak-anak awal sangatlah penting
      dalam menentukan belajar selanjutnya?
43. Apakah yang dimaksud dengan guru sebagai guide dan fasilitator?
44. Mengapa motivasi sangat perlu dalam pembelajaran?
45. Apakah yang dimaksud evaluasi pendidikan secara terminologis?
46. Jelaskan bentuk-bentuk dari evaluasi!
47. Mengapa konteks sosial dan budaya berpengaruh bagi pendidikan seumur hidup?

48. Mengapa pendidikan seumur hidup disebut sebagai konsep komprehensip?

TUJUH UNSUR KEBUDAYAAN DI KOTA SEMARANG


Pengertian Kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, Kebudayaan berarti hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
7 Unsur Kebudayaan Universal Menurut Koentjaraningrat

Kebudayaan umat manusia mempunyai unsur unsur yang bersifat universal. Unsur unsur kebudayaan tersebut dianggap universal karena dapat ditemukan pada semua kebudayaan bangsa bangsa di dunia. Menurut Koentjaraningrat ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu:
  1. Bahasa
  2. Sistem Pengetahuan
  3. Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial
  4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
  5. Sistem Mata Pencaharian Hidup
  6. Sistem Religi
  7. Kesenian
Dalam tulisan ini saya akan membahas satu persatu dari 7 unsur kebudayaan tersebut.

 1. Bahasa

Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia.
Menurut Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem perlambangan manusia secara lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi adalah deskripsi tentang ciri-ciri terpenting dari bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan beserta variasivariasi dari bahasa itu. Ciri-ciri menonjol dari bahasa suku bangsa tersebut dapat diuraikan dengan cara membandingkannya dalam klasifikasi bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga dan subkeluarga. Menurut Koentjaraningrat menentukan batas daerah penyebaran suatu bahasa tidak mudah karena daerah perbatasan tempat tinggal individu merupakan tempat yang sangat intensif dalam berinteraksi sehingga proses saling memengaruhi perkembangan bahasa sering terjadi.
Di Kota Semarang Bahasa yang sering digunakan yaitu Bahasa Jawa Semarang yang merupakan dialek Bahasa Jawa yang dituturkan di Karesidenan Semarang. Dialek ini tak banyak berbeda dengan dialek di daerah Jawa lainnya. Letak daerah Semarang yang secara geografis merupakan daerah heterogen karena meliputi wilayah pesisir dan pegunungan membuat dialek yang dipakai memiliki kata ngoko, ngoko andhap dan madya di Semarang ada pada zaman sekarang.
Frasa: "Yo ora.." (Ya tidak) dalam dialek semarang menjadi "Yo orak too ". Kata ini sudah menjadi dialek sehari-hari para penduduk Semarang.
Contoh lain: " kuwi ugo" (itu juga) dalam dialek Semarang menjadi "kuwi barang" ("barang" diucapkan sampai sengau memakai huruf h "bharhang").
Para pemakai dialek Semarang juga senang menyingkat frasa, misalnya Lampu abang ijo (lampu lalu lintas) menjadi "Bang-Jo", Limang rupiah (5 rupiah) menjadi "mang-pi", kebun binatang menjadi "Bon-bin", seratus (100) menjadi "nyatus", dan sebagainya. Namun tak semua frasa bisa disingkat, sebab tergantung kepada kesepakatan dan minat para penduduk Semarang mengenai frasa mana yang disingkat. Jadi contohnya "Taman lele" tak bisa disingkat "Tam-lel" juga Gedung Batu tak bisa menjadi "Ge-bat", dsb.    Namun ada juga kalimat-kalimat yang disingkat, contohnya; "Kae lho pak mu Nadri" artinya "Itu lho pamanmu dari Wanadri". "Arep numpak Kijang kol" artinya akan menumpang omprengan. Zaman dulu kendaraan omprengan biasa menggunakan mobil merk "Colt", disebut "kol" maka setelah diganti "Toyota Kijang" menjadi Kijang-kol. Apa lacur kini ada yang menjadi "mercy-kol".
Adanya para warga/budaya yang heterogen dari Jawa, Tiongkok, Arab, Pakistan/India juga memiliki sifat terbuka dan ramah di Semarang tadi, juga akan menambah kosakata dan dialektik Semarang di kemudian hari. Adanya bahasa Jawa yang dipergunakan tetap mengganggu bahasa Jawa yang baku, sama dengan di daerah Solo. Artinya, jika orang Kudus, Pekalongan, Boyolali pergi ke kota Semarang akan mudah dan komunikatif berkomunikasi dengan penduduknya. 
Dialek Semarang memiliki kata-kata yang khas yang sering diucapkan penuturnya dan menjadi ciri tersendiri yang membdakan dengan dialek Jawa lainnya. Orang Semarang suka mengucapkan kata-kata seperti "Piye, jal?" (=Bagaimana, coba?) dan "Yo, mesti!". Orang semarang lebih suka menggunakan kata "He'e" daripada "Yo" atau "Ya".
Orang Semarang juga lebih banyak menggunakan partikel "ik" untuk mengungkapkan kekaguman atau kekecewaan yang sebenarnya tidak dimiliki oleh bahasa Jawa. Misalnya untuk menyatakan kekaguman :"Alangkah indahnya!", orang Semarang berkata: "Apik,ik!". Contoh lain untuk menyatakan kekecewaan: "Sayang, orangnya pergi!", orang Semarang berkata: "Wonge lungo, ik"!.
Partikel "ik" kemungkinan berasal dari kata "iku" yang berarti "itu' dalam bahasa Jawa, sehingga untuk mengungkapkan kesungguhan orang Semarang mengucapkan "He'e, ik!" atau "Yo, ik".
Beberapa kosakata khas Semarang adalah: "semeh" Yang berarti "ibu" dan "sebeh" yang berarti "ayah", yang dalam dialek Jawa yang lain, "sebeh" sering dipakai dalam arti "mantra" atau "guna-guna".                                                                                                                                                                                  2. Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya.
                Semarang terdapat sejumlah perguruan tinggi ternama baik negeri maupun swasta.  Berdasarkan data dari DAPODIK Kota Semarang 2010/2011, perguruan tinggi di Kota Semarang:
Perguruan tinggi negeri:
·         Universitas Diponegoro (UNDIP)
·         Universitas Negeri Semarang (UNNES)
·         Politeknik Negeri Semarang (POLINES)
·         IAIN Walisongo
·         Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (P3B/BPLP/PIP)      
·         Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang (POLTEKKES Semarang)

           Perguruan tinggi swasta:
·         Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS)
·         Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA)
·         Universitas STIKUBANK
·         Universitas Pandanaran (UNPAND)
·         STIE Totalwin Semarang
·         Sekolah Tinggi Ilmu Elektronika dan Komputer Semarang (STEKOM)
·         Universitas Sultan Agung (UNISSULA)
·         Universitas Semarang
·         Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG)
·         Universitas Muhammadiyah Semarang
·         Universitas Wahid Hasyim Semarang
·         Universitas AKI Semarang
·         Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang
·         STMIK ProVisi IT College
·         AKABA 17 Agustus 1945
·         STIE Dharma Putra
·         Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bank BPD Jateng
·         Kolese PIKA

3. Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial

Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi social dalam kehidupannya.                                                                                             Kekerabatan berkaitan dengan pengertian tentang perkawinan dalam suatu masyarakat karena perkawinan merupakan inti atau dasar pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial.                              
Masyarakat pada umumnya menganut sistem kekerabatan Patrinial. Yang apabila anggota keluarga (perempuan) yang menikah maka dia harus ikut suami. Masyarakat sangat tinggi solidaritasnya, sehingga dalam bekerjasama masyarakatnya saling membantu dan tidak memikirkan imbalan dari pekerjaan yang sudah dilakukan. Masyarakat juga terkenal akan pembagian golongan-golongan sosialnya. Masyarakatterbagi menjadi tiga kelompok: kaum ningrat, priyayi, santri, dan wong cilik.
1.      Ningrat
Ningrat atau Bendara adalah kelas tertinggi dalam masyarakat Jawa. Pada tingkatan ini biasanya diisi oleh para anggota keraton, atau kerabat-kerabatnya, baik yang memiliki hubungan darah langsung, maupun yang berkerabat akibat pernikahan. Bendara pun memiliki banyak tingkatan juga di dalamnya, mulai dari yang tertinggi, sampai yang terendah. Hal ini dapat dengan mudah dilihat dari gelar yang ada di depan nama seorang bangsawan tersebut.
2.      Priyayi
Priyayi ini sendiri konon berasal dari dua kata bahas Jawa, yaitu “para” dan “yayi” atau yang berarti para kaum terdidik. Dalam istilah kebudayaan Jawa, istilah priyayi ini mengacu kepada suatu kelas sosial tertinggi di kalangan masyarakat biasa setelah Bendara atau ningrat karena memiliki status sosial yang cukup tinggi di masyarakat. Biasanya kaum priyayi ini terdiri dari para pegawai negeri sipil dan para kaum terpelajar yang memiliki tingkatan pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya.
3.      Santri
Yang ketiga adalah golongan santri. Golongan ini tidak hanya merujuk kepada seluruh masyarakat suku Jawa yang beragama muslim, tetapi, lebih mengacu kepada para muslim yang taat dengan beragama, yaitu para santri yang belajar di pondok-pondok yang memang banyak tersebar di seluruh daerah Jawa.
4.      Wong cilik
Wong cilik atau golongan masyarakat biasa yang memiliki kasta terendah dalam pelapisan sosial. Biasanya golongan masyarakat ini hidup di desa-desa dan bekerja sebagai petani atau buruh.

4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.
Kota Semarang dapat ditempuh dengan perjalanan darat, laut, dan udara. Semarang dilalui jalur pantura yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di pantai utara Pulau Jawa. Saat ini sedang dibangun jalan tol yang menghubungkan Semarang dengan Solo.
Angkutan bus antarkota dipusatkan di Terminal Terboyo, Kecamatan Genuk. Angkutan dalam kota dilayani oleh bus kota, angkot, dan becak. Pada tahun 2009 mulai beroperasi TransSemarang, yang juga dikenal dengan BRT (Bus Rapid Transit), sebuah moda angkutan massal meskipun tidak menggunakan jalur khusus seperti busway (Trans Jakarta) di Jakarta.
Semarang memiliki peranan penting dalam sejarah kereta api Indonesia. Di sinilah tonggak pertama pembangunan kereta api Hindia Belanda dimulai, dengan pembangunan jalan kereta api yang dimulai dari desa Kemijen menuju desa Tanggung sepanjang 26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Pencangkulan pertama dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr LAJ Baron Sloet van den Beele, Jumat 17 Juni 1864. Jalan kereta api ini mulai dioperasikan untuk umum Sabtu, 10 Agustus 1867. Pembangunan jalan KA ini diprakarsai sebuah perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) (terjemahan: Perseroan tak bernama Perusahaan Kereta Api Nederland-Indonesia) yang dipimpin oleh Ir JP de Bordes. Kemudian, setelah ruas rel Kemijen - Tanggung, dilanjutkan pembangunan rel yang dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), pada 10 Februari 1870. Semarang memiliki dua stasiun kereta api: Stasiun Semarang Tawang untuk kereta api kelas bisnis dan eksekutif, serta Stasiun Semarang Poncol untuk kereta api kelas ekonomi dan angkutan barang. Kereta api di antaranya jurusan Semarang-Jakarta, Semarang-Bandung, Semarang-Surabaya, Jakarta-Semarang-Jombang, Jakarta-Semarang-Malang, Semarang-Tegal, dan Semarang-Bojonegoro.
Angkutan udara dilayani di Bandara Ahmad Yani, menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota besar Indonesia setiap harinya. Sejak tahun 2008 Bandara Ahmad Yani menjadi bandara Internasional dengan adanya penerbangan langsung ke luar negri, contohnya ke Singapura dan Kualalumpur.
Pelabuhan Tanjung Mas menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota pelabuhan Indonesia; pelabuhan ini juga terdapat terminal peti kemas. Untuk memperlancar jalur transportasi ke arah kota/kabupaten di Jawa Tengah di Bagian Selatan terutama jalur padat Semarang-Solo, saat ini sedang dibangun Jalan Tol Semarang-Solo. Pada tahap pertama, pembangunan jalan tol tersebut telah dioperasikan sebagian, yaitu Semarang-Ungaran yang telah mulai digunakan tahun 2011. Saat ini, pembangunan jalan tol ruas Ungaran-Bawen sedang dilakukan.

5. Sistem Mata Pencaharian Hidup

Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Masyarakat di daerah Semarang sebagian besar di sektor jasa yaitu sekitar 26,35%, dan sisanya bermata pencaharian seperti buruh, petani, angkutan, nelayan, pengusaha, pedagang, dan TNI serta PNS. Mereka mendominasi pegawai negeri sipil, BUMN, anggota DPR/DPRD, pejabat eksekutif, pejabat legislatif, pejabat kementerian dan militer. Orang Semarang Utara juga banyak yang bekerja di luar negeri, sebagai buruh kasar dan pembantu rumah tangga. Mendominasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri terutama di negara Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Taiwan, AS dan Eropa.

6. Sistem Religi

Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.                           Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan
mereka masih primitif.
             Masyarakat yang ada di Kota Semarang termasuk masyarakat yang religius. Di mana setiap individu memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaannya masing-masing. Hal ini tidak lepas dari sejarah kota Semarang yang merupakan salah satu kota yang menjadi obyek persinggahan dan penyebaran agama, terutama agama Islam yang mayoritas penduduk kota Semarang beragama Islam.                                                    Dalam catatan, sejarah Kota Semarang ini didirikan oleh seorang pemuda bernama Ki Pandan Arang pada tahun 1476 M. Ki Pandan Arang inilah dalam msyarakat Semarang disebut sebagai pendiri Kota Semarang dan sekaligus menjadi bupati. Semarang yang pertama. Ki Pandan Arang diberikan izin dari Kesultanan Demak untuk membuka wilayah yang berada di sebelah barat Demak, yang belakang hari disebut Semarang. Sehingga inilah yang menjadikan mayoritas masyarakat Kota Semarang beragama Islam. Selain agama Islam, penduduk kota Semarang juga mengakut agama lain seperti Katholik, Kristen, Buddha, Hindu, Konghucu dan lain-lain.                                                                                                                                  Dalam kehidupan beragama, masyarakat Semarang juga memiliki ritual-ritual khas keagamaan yang dilaksanakan sebagai tradisi masyarakat. Selain ritual ibadah yang telah diwajibkan agama masing-masing. Ritual tersebut yang mentradisi dilakukan secara kolektif oleh masyarakat secara turun-menurun dengan tata cara tertentu. Dalam proses tersebut terjadi akulturasi antara nilai-nilai agama yang dianut dengan budaya etnik tertentu, bahkan ada yang merupakan akulturasi multikultural. Terlebih dalam sejarahnya Semarang menjadi kota banyak disinggahi dari berbagai etnis pendatang dari berbagai negara.                                  Keberagaman etnis ini tergambar dengan adanya pemukiman seperti wilayah Pacinan dan Pedamaran. Wilayah ini sekarang berada di sekita jalan Gang Pinggir sampai jalan Mataram. Pemukiman ini didirikan oleh pendatang dari daratan Cina pada masa Laksamana Chen Ho. Kemudian ada pemukiman orang-orang muslim melayu yang mendirikan pemukiman di kawasan Kampung Darat dan Kampung Melayu. Demikian juga orang muslim Arab, India, Pakistan dan Persia yang datang mendirikan pemukiman di wilayah Pakojan. Kawasan ini di sekitar jalan Kauman, jalan Wahid Hasyim sampai jalan Petek di Semarang Bagian Utara.                 Keberagaman penduduk tersebut juga membuat keberagaman kebudayaan. Setiap warga Semarang mempunyai kebudayaannya sendiri-sendiri berdasarkan negara asalnya. Namun seiring berjalannya zaman terjadi sebuah pembauran secara kultur. Seolah tidak ada batas antara kelompok masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Sehingga jadi sebuah masyarakat yang multikultul dan multietnis.                                           Keberadaan Semarang yang termasuk dalam wilayah budaya Jawa pesisiran menjadikan tempat pergumulan budaya lokal dengan berbagai ragam etnis berhasil menghasilkan mozaik budaya lokal yang plural. Tampak pada aktivitas kultur upacara atau tradisi yang berkembang. Karakter masyarakat pesisir yang bersemangat kerakyatan, terbuka, apa adanya dan religius diimplementasikan dalam bentuk tradisi, seminal sedekah laut di kampung nelayan Tambak Lorok dan Bandarjo.                                                       
Dalam hal tradisi keagamaan yang masih diselenggarakan oleh pendudukan muslim Semarang misalnya tradisi selamatan atas syukuran, Yasinan, Tahlilan, Khataman, Manaqiban, Berzanzii, Takbiran dan. Dugderan. Selain tradisi keagamaan umat Islam, di Kota Semarang juga memiliki tradisi ritual yang dikembangkan oleh warga umat yang lain. terutama dari etnik Tionghua. Semenjak berakhirnya orde baru, tradisi-tradisi budaya maupun ritual warga Tionghua kembali semarak hingga sekarang ini. Tradisi tersebut seperti arak-arakan Dewa Bumi, perayaan Imlek, arak-arakan Sam Po Kong dan larung sesaji untuk Dewa Samudra.[12].
Tradisi yang banyak menarik masyarakat Semarang dan diselenggarakan setiap tahun adalah perayaan ritual Dugderan. Dugderan ini dilakukan setiap menjelang bulan Ramadlan. Sebagai maskot dalam perayaan tradisi tersebut dihadirkan sebuah binatang khayalan yang disebut dengan Warak Ngendok yang merupakan simbol harmonisasi kehidupan budaya yang membentuk kesatuan identitas bersama dalam realitas budaya yang beragam.

7. Kesenian

Secara sederhana eksenian dapat diartikan sebagai segala hasrat manusia terhadap keindaha. bentuk kendahan yang beraneka tagam itu timul dari permainan imajinasi kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin bagi amnusia. Secara garis besar, kita dapat memetakan bentuk kesenian dalam tiga garis besar, yaitu seni rupa, seni suara dan seni tari.
Orang Semarang terkenal dengan budaya seninya yang terutama dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha, yaitu pementasan wayang. Cerita wayang atau lakon sebagian besar berdasarkan wiracarita Ramayana dan Mahabharata. Selain pengaruh India, pengaruh Islam dan Dunia Barat juga mempengaruhi seni yang berkembang di Jawa. Seni batik dan keris merupakan dua bentuk ekspresi masyarakat Jawa. Musikgamelan berkembang dalam kehidupan budaya dan tradisi Jawa. Semarang memiliki seni budaya warak ngendhok dhugdheran yang diadakan menjelang bulan Ramadhan.

Berikut ini beberapa Kebudayaan dan Kesenian Asli Kota Semarang:
·         Dugderan
Dugderan merupakan festival untuk menandai dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadan yang diadakan di Kota Semarang. Perayaan yng telah dimulai sejak masa kolonial ini dipusatkan di daerah Simpang Lima. Perayaan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama "dugderan" merupakan onomatope dari suara letusan).
·         Penganten Semarangan
·         Apitan (Sedekah Bumi)
·         Kirap Pusaka Bende
·         Gambang Semarang
·         Batik Semarangan
·         Tari Semarangan
·         Kethoprak
·         Wayang Orang
·         Wayang Kulit

12/16/2015

SELAYANG PANDANG

Assalamu’alaykum…
Perkenalkan nama saya Risma Widiyati, lahir di Semarang pada 13 Oktober 1995. Saya merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Sekarang ini saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Semarang jurusan Pendidikan Non Formal. Saya berdomisili di kota Semarang yang beralamat di Jl. Gayamsari II No. 36. Sempat mengeyam pendidikan di SDN Kalicari 01 Semarang, SMPN 15 Semarang dan SMKN 2 Semarang Jurusan Akuntansi.

Itulah sekilas perkenalan singkat dari saya.  Saya harap blog ini dapat membawa banyak manfaat. Welcome to my blog. Selamat menikmati blog sederhana ini^_^
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com